Kisah Kasih Ibu

Di bulan Desember ini tepatnya tanggal 22 nanti adalah suatu hari dimana jasa seorang ibu dikenang dan direnungi, ya, banyak orang menyebutnya sebagai Hari Ibu. Hmm, mengapa seorang ibu layak untuk diberikan ‘hari peringatan’? Mungkin hanya sedikit orang yang memahaminya dan mengisinya dengan acara yang hanya berisi hingar bingar layaknya pesta.

Kisah kasih Ibu terhadap anaknya mungkin tidak terlalu menarik untuk disimak. Kalah dengan cerita-cerita yang disajikan sinetron di tv juga film-film di bioskop.

Pernahkah kalian dengar Ibu kalian mengatakan beberapa hal di bawah ini:

dipodwijayas.blogspot.com-Kisah_Kasih_Ibu
  • Saat makan, jika makanan kurang, maka ia akan memberikan makanannya kepada anaknya sambil berkata “Habiskan nak, ibu tidak lapar”
  • Waktu makan, ia akan selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya sambil berkata “ibu tidak suka daging, makanlah nak…”
  • Tengah malam saat ia sedang menjaga anaknya yang sakit, ia berkata “istirahatlah nak, ibu masih belum ngantuk…”
  • Saat anaknya sudah tamat sekolah dan kemudian bekerja lalu mengirimkan uang kepada ibunya, ibu akan menjawab “simpanlah untuk keperluan mu nak, ibu masih punya uang…”
  • Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, ibu lantas berkata “rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal disana…”
  • Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tapi ibu tetap masih bisa tersenyum sambil berkata “jangan menangis nak, ibu tidak apa-apa”.

Pernahkah Ibu kalian mengatakan hal yang diurai di atas? Apa yang beliau sampaikan ketika Anda lelah menghadapi hidup atau dalam keputus asaan atau bahkan saat Anda bahagia dan ingin berbagi bersamanya?

Ibu (lirik lagu dari Iwan Fals)

(*)
Am FM7 Am
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
FM7 Am/D E
Lewati rintang untuk aku anakmu
Am FM7 Am
Ibuku sayang masih terus berjalan
FM7 Am/D E Am
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Am/B C Am/D FM7 Am
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
C Am/D FM7 Am
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Int : Am Am/C Am/B
Am FM7 Am
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
FM7 Am/D E Am
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Am/B C Am/D FM7 Am
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
C Am/D FM7 Am
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Int : Am FM7 Am7 Am/D
Am C C/B
kembali ke (*)

Thanks to Dhie @dhienamaku di http://www.cihuy.org/forum/Thread-Kebohongan-Kebohongan-Seorang-Ibu.

Perihal justdwijaya
Seorang blogger dari Jakarta yang ingin mencari teman dan peluang bisnis.

Apa Pendapat Kamu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: